Tutorial Setup Server Lokal dengan XAMPP dan Manajemen Partisi di Windows Server

shares |

Pendahuluan

Dalam praktikum Keamanan Sistem Informasi, salah satu keterampilan dasar yang perlu dikuasai adalah kemampuan membangun lingkungan server lokal (localhost) serta mengelola penyimpanan data pada server secara aman. Pada tulisan ini, saya akan membagikan langkah-langkah yang saya lakukan selama praktikum, mulai dari instalasi dan konfigurasi XAMPP sebagai web server lokal, hingga manajemen partisi disk pada Windows Server menggunakan VirtualBox.



Bagian 1: Instalasi dan Konfigurasi Proyek Web dengan XAMPP

XAMPP adalah perangkat lunak server lokal yang memungkinkan komputer menjalankan aplikasi berbasis web (PHP, MySQL) tanpa memerlukan koneksi internet. Berikut tahapan yang saya lakukan:

1. Mengaktifkan Server Lokal

Buka XAMPP Control Panel, lalu klik tombol Start pada modul Apache dan MySQL hingga status keduanya berubah menjadi hijau, menandakan server sudah aktif.

[SISIPKAN FOTO: tampilan XAMPP Control Panel dengan Apache & MySQL running]

2. Menyalin Folder Proyek

Folder proyek web (misalnya bernama jasa atau sesuai nama proyekmu) disalin ke direktori:

C:\xampp\htdocs



3. Membuat Database melalui phpMyAdmin

Buka browser dan akses http://localhost/phpmyadmin. Buat database baru dengan nama sesuai identitas (misalnya nama sendiri), lalu lakukan proses Import untuk memasukkan file database berekstensi .sql yang tersedia di dalam folder proyek.


4. Mengatur Data Pengguna (User)

Setelah database berhasil diimpor, buka tabel user. Ubah kolom username, password, dan nama sesuai kebutuhan. Pastikan format password menggunakan enkripsi MD5 agar dapat dibaca dengan benar oleh sistem saat proses login.



5. Konfigurasi Koneksi Database

Buka file koneksi.php di dalam folder proyek menggunakan text editor (VS Code, Notepad++, dsb). Sesuaikan pengaturan berikut:

  • Password: kosongkan jika tidak menggunakan password root
  • Database: ganti dengan nama database yang telah dibuat sebelumnya



6. Personalisasi Tampilan

Buka file index.php, cari bagian yang menampilkan nama, lalu ubah menjadi nama sendiri agar tampilan situs lebih personal.



7. Menjalankan Website

Buka tab baru di browser, lalu akses:

http://localhost/nama-folder-proyek



8. Login ke Dashboard

Masukkan username dan password yang telah diatur sebelumnya untuk masuk ke dashboard sistem.





Bagian 2: Manajemen Partisi pada Windows Server 2003 (VirtualBox)

Mengapa Partisi Disk Penting?

Partisi pada server berperan penting dalam mengorganisasi data — memisahkan data sistem operasi dari data aplikasi/pengguna, meningkatkan efisiensi pengelolaan file, serta mempermudah proses backup. Apabila sistem operasi mengalami crash, data yang tersimpan di partisi terpisah akan lebih aman dan lebih mudah dipulihkan.



Langkah-langkah Penambahan dan Pembuatan Partisi

1. Menambahkan Hard Disk Baru

  • Matikan virtual machine Windows Server 2003
  • Masuk ke menu Settings > Storage
  • Klik ikon Add Hard Disk (tanda plus), lalu buat virtual disk baru dengan kapasitas sesuai kebutuhan



2. Inisialisasi Disk

  • Nyalakan kembali mesin virtual
  • Klik kanan pada My Computer, pilih Manage
  • Pilih Disk Management pada panel sebelah kiri







3. Membuat Partisi Baru

  • Klik kanan pada bagian unallocated dari disk baru, pilih New Partition
  • Pada wizard yang muncul, klik Next
  • Pilih jenis partisi Primary Partition (atau Extended sesuai kebutuhan), klik Next
  • Tentukan ukuran (size) partisi sesuai kebutuhan
  • Tetapkan drive letter (misalnya E: atau F:), lalu pilih sistem file NTFS
  • Beri nama pada Volume Label (misalnya "Data_User"), lalu klik Next hingga proses selesai






4. Verifikasi Hasil Buka My Computer — partisi baru akan muncul sebagai drive tersendiri dan siap digunakan untuk menyimpan data.




Kesimpulan

Melalui praktikum ini, dapat dipahami bahwa keamanan sistem informasi tidak hanya mencakup aspek jaringan dan aplikasi, tetapi juga mencakup pengelolaan infrastruktur dasar seperti konfigurasi server lokal dan manajemen penyimpanan data. Penerapan atribut read-only dan pemisahan partisi merupakan langkah sederhana namun efektif dalam mendukung keamanan serta ketersediaan data pada sebuah sistem.


Disusun oleh: Ananda Chusnul khotimah — 231011700848 — Sistem Informasi 

Related Posts

0 komentar:

Posting Komentar